Selasa, 15 September 2015

Geliat Ekonomi Banyuwangi

*Office*Gunung Raung*
Dengan program kerja dan berbagai festival yang sudah diadakan oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi, telah sukses mengubah pola pandang masyarakat dari luar daerah tentang Banyuwangi. Kota yang dulu nya terkenal dengan "Kota Santet", namun sekarang sudah terkenal dengan "Kota Pariwisata". Kondisi geografis Banyuwangi yang berupa deretan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Selat Bali maupun Samudra Hindia, sehingga banyak tempat - tempat wisata alam yang masih alami seperti Teluk Ijo, Pulau Merah, Kawah Ijen, Pulau Tabuhan, dll. PemDa Banyuwangi bekerja keras mengenalkan tempat - tempat wisata tersebut selama 5 tahun ini, dan hasilnya hampir setiap liburan musim panas, bisa dipastikan banyak pengunjung dari luar negeri yang datang ke Banyuwangi, salah satu nya ke Kawah Ijen untuk melihat "blue fire". Dengan mulai berkembangnya pariwisata Banyuwangi, beberapa investor lokal mulai mengembangkan usaha Hotel maupun Restaurant. Sesuai dengan program pemerintah, dengan adanya investor berarti memberi peluang untuk penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, pengrajin lokal di bidang "oleh - oleh khas Banyuwangi" juga mulai bermunculan, bahkan dalam setiap festival selalu diadakan bazar yang sebagai wadah UKM untuk mengenalkan produk nya.

Letak Banyuwangi berada di Ujung Timur Pulau Jawa, merupakan lokasi strategis pengembangan usaha Industri untuk memenuhi pasar produk wilayah Bali dan Indonesia Timur. Seperti yang dilakukan perusahaan tempat saya bekerja. Dengan pembangunan Cement Grinding Plant di Banyuwangi diharapkan bisa memenuhi permintaan Semen wilayah Jawa dan Bali. Tiga tahun mengiri perkembangan pabrik ini, mulai dari peletakan batu pertama hingga sekarang sudah memproduksi ribuan ton semen setiap hari nya. Dengan berkembangnya pabrik, memberikan dampak penyerapan pegawai lokal secara besar - besaran. Yang dulu nya, mayoritas warga memilih merantau bekerja di Bali dengan pertimbangan banyaknya lapangan pekerjaan disana, sekarang dengan mulai bermunculannya pabrik - pabrik baru, diharapkan terus bisa menyerap warga lokal Banyuwangi di sektor Industri.

Banyuwangi yang berbatas langsung dengan Selat Bali dan Samudra Hindia, membuat perairan Banyuwangi kaya akan hasil laut nya. Warga yang tinggal di pesisir pantai mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Keanekaragaman hasil laut Banyuwangi banyak yang di ekspor ke Luar Negeri. Untuk menampung hasil laut para nelayan, terdapat Tempat Pelelangan Ikan terbesar di Banyuwangi yang lokasinya di kecamatan Muncar. Di sekitar Tempat Pelelangan Ikan juga terdapat komplek industri pengolahan ikan laut yang akan di ekspor.

Penampakan alam Banyuwangi yang berupa pegunungan, sehingga Banyak perkebunan yang tersebar di seluruh daerah Banyuwangi. Perkebunan tersebut dikelola oleh PTPN maupun swasta. Komoditi nya pun beraneka ragam mulai dari kopi, cengkeh, karet, pinus, dll. Untuk warga yang tinggal di daerah pegunungan mayoritas berkerja di perkebunan.

Tanah Banyuwangi yang subur, membuat cocok ditanami berbagai tanaman seperti Buah Naga, jeruk, durian, dll. Sehingga jika masa panen buah tiba, banyak penjual buah - buah an di sepanjang jalan protokol dengan harga yang murah.

Banyuwangi, kota kecil yang nyaman ditinggali warga nya dan membuat warga nya tak pernah kekurangan piknik. :)

Sabtu, 12 September 2015

Sego Tempong "Mbok Wah"

Ke Banyuwangi belum lengkap kalau belum makan Sego Tempong. Makanan khas Banyuwangi yang hanya bisa ditemukan di Banyuwangi yaitu sego tempong. Makanan ini khas akan kesegaran sayuran dan pedas nya sambal yang selalu membuat kita ketagihan memakannya. Sego tempong (bhs. indo : nasi tempong) berasal dari kata tempong (tempeleng) yang dalam bahasa Indonesia nya "Ditampar", pedas sambalnya setelah memakan sego tempong seperti pipi ditampar. Dan buat yang suka pedas wajib untuk mencoba level kepedasannya.

Sego tempong yang sudah terkenal se-banyuwangi dan memang rasanya nendang banget di lidah, yup "Sego Tempong Mbok Wah". Letak warung nya berada di banyuwangi kota. Yang membuat sego tempong ini berbeda dengan sego tempong lainnya terletak di sambel nya. Dan sambel nya itu enak banget dan membuat ketagihan pengen nyoba makan terus.

*sego tempong mbok wah*
Sego tempong, makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi. Sambalnya yang khas dan luar biasa ini terbuat dari terasi nasi (terasi yang digoreng terlebih dahulu), tomat ceri (tomat ranti) yang kaya akan vitamin C dan A dapat berfungsi sebagai antioksidan yang banyak mencegah kerusakan sistem keseimbangan tubuh. Biasanya sego tempong disajikan dengan sayuran - sayuran hijau seperti terong jari (terong yang ukurannya sebesar jari), bayam, daun singkong dan daun pepaya. Sayuran - sayuran hijau tersebut direbus sebentar untuk tidak menghilangkan kesegarannya.
Untuk pilihan lauknya pun beraneka ragam mulai dari ayam goreng, ikan laut, dadar jagung, tempe goreng dan lain sebagai nya. Lauk nya dapat dipilih sesuai selera masing - masing.

*sego tempong*
Dengan porsi jumbo dengan lauk ayam goreng, tahu goreng dan ikan laut tersebut, saya hanya perlu membayar Rp.10.000 saja. Sangat murah kan dan tidak menguras kantong.
Jika berkunjung ke banyuwangi, tempat ini recommended banget untuk kuliner.

Minggu, 06 September 2015

Taman Sritanjung Banyuwangi

Taman Sritanjung merupakan taman hijau yang berada di pusat kota Banyuwangi, sejak Bapak Bupati A. Azwar Anas menjabat, taman ini mengalami perombakkan total. Taman ini merupakanRuang Hijau Terbuka terbesar di Banyuwangi. Kalau Surabaya mempunyai Taman Bungkul, Banyuwangi mempunyai Taman Sritanjung.


Untuk mengatasi pedagang kaki lima yang dulu mengganggu lalu lintas di sekitar Taman ini, dari pihak pemerintah mengelompokkan pedagang kaki lima tersebut ke area sentra pedagang yang berada di Taman ini. Gado - gado di tempat ini enak, murah dan sangat direkomendasikan.

*sentra pedagang*
*sentra pedagang*


Taman ini juga berfungsi sebagai taman rekreasi warga Banyuwangi, jika malam minggu taman ini sangat ramai pengunjung yang membawa keluarga nya untuk bermain di taman ini. Sehingga banyak kita temukan persewaan sepeda gowes maupun motor anak - anak.

*persewaan motor anak-anak*
*persewaan becak gowes*
Banyuwangi, saya menyebut kota ini kota romantis. Di setiap tempat wisata dan taman kota ada terpasang berjejer lampion kertas yang menambah romantis suasana malam banyuwangi. Selain itu, di taman ini terdapat berbagai macam bunga  dan jenis pohon yang menambah asri.
*lampion kertas*
*taman sritanjung*
Taman Sritanjung lokasi nya yang stategis dikelilingi oleh Masjid Agung Baiturrahman, Pendopo Banyuwangi dan Pasar Banyuwanggi.
*Masjid Agung Baiturrahman*
*pasar banyuwangi*
Saat minggu pagi, banyak pengunjung yang sedang lari pagi atau olah raga bersama keluarga. Taman Sri Tanjung juga digunakan beberapa komunitas di Banyuwangi untuk berkumpul dan memperkenalkan kegiatan komunitas mereka.
Jika berkunjung ke Banyuwangi, sila singgah ke taman ini. :)

Kamis, 03 September 2015

Tugu Selamat Datang Banyuwangi "Gandrung"

Banyuwangi, kota yang terkenal dengan sebutan "Bumi Blambangan", terletak paling ujung Timur Pulau Jawa. Untuk menuju kota ini, harus melewati alas (hutan) dari berbagai sisi nya. Jika melewati jalan Pantura (lewat situbondo), kita akan melewati alas baluran yang terkenal dengan "Africa Van Java". Jika melewati jalur selatan (lewat Jember), kita akan melewati Alas dan Gunung Gumitir. Jika melewati jalur tengah (lewat Bondowoso), kita akan melewati hutan di kawasan Gunung Ijen.

Gandrung, tari tradisional yang berasal dari Banyuwangi. Gandrung dijadikan pemerintah Banyuwangi sebagai ikon kota ini, sehingga tak heran jika ditemukan gambar diberbagai tempat seperti sekolah, tempat makan, hotel hingga beberapa tempat wisata. Selain itu tari Gandrung juga digunakan sebagai tarian pembuka jika ada acara Peresmian atau kegiatan Kebudayaan.

Saat hendak memasuki Banyuwangi dari arah Utara (lewat Alas Baluran), kita akan disambut dengan Tugu Selamat Datang Banyuwangi. Tugu ini mengambil Gandrung sebagai ikon nya. Tugu ini berlokasi di kawasan Pantai Watu Dodol, berjarak sekitar 5 km dari Pelabuhan Penyebrangan Ketapang. Letak tugu ini pun berada di bibir pantai dan dari tempat ini kita bisa melihat Pulau Menjangan (salah satu bagian Pulau Bali yang sangat terkenal dengan wisata bawah lautnya). Sehingga banyak berjejeran Hotel dan Restaurant disekitar tempat ini, dimana biasanya pelancong yang hendak ke Bali singgah dan istirahat di Hotel tersebut. Saat pagi hari, kita dapat menikmati keindahan matahari terbit, sehingga kota ini pun mendapat julukan "Sunrise Of Java".  

Dibagian bawah Tugu Selamat Datang Banyuwangi ini, terdapat pantai yang bersih dan jernih air nya. Sehingga kita bisa melihat ikan - ikan kecil dengan jelas. Banyak juga pengunjung yang hendak memacing atau sekedar menikmati pemandangan alamnya.


Credit
Pengunjung tempat ini bukan hanya warga asli Banyuwangi namun juga pengunjung dari luar Kota. Kebanyakan pengunjung yang hendak ke Bali, akan singgah untuk sekedar foto atau istirahat. Seperti yang saya lakukan, jika ada teman dari luar Kota yang sedang dinas di kantor Banyuwangi. Biasanya teman - teman meminta diantar ke Tugu Selamat Datang Banyuwangi dan tak lupa foto juga di tempat ini sebagai kenang - kenang an. Saat saya berkunjung ke tempat ini sedang ada renovasi.


*Me & Friends*
Belum lengkap berkunjung ke Banyuwangi jika belum singgah dan foto di Tugu Selamat Datang Banyuwangi.

Kamis, 20 Agustus 2015

Dirgahayu Indonesia

Pagi itu, sepeda yang saya tumpangi melaju menuju suatu pasar di daerah wongsorejo. Ini pertama kalinya saya mengendarai sepeda sendirian dengan jarak lebih dari 40 km. Pagi ini, teman - teman Literasi mengadakan upacara bendera bersama warga masyarakat Bongkoran. Saya yang belum hafal jalan menuju Bongkoran, dijemput seorang teman di pasar tersebut. Kami melalui jalan setapak berbatu yang terjal dan belum beraspal, dan luar biasa saya bisa mencapai desa tersebut dengan mengendarai sepeda sendiri.

Perjuangan saya menuju Bongkoran terbayarkan ketika sampai disambut dengan warga dan teman - teman Literasi yang sedang persiapan upacara. Fiuhh, alhamdulilllah nya kami tidak ketinggalan. Upacara sederhana di tanah lapang milik seorang warga, dengan tiang bendera yang didirikan khusus untuk kegiatan ini.Warga sangat antusias mengikuti kegiatan upacara, dengan menggunakan baju sehari - hari tanpa seragam ataupun atribut. Warga yang bermata pencaharian sebagai petani, untuk pertama kalinya mereka mengikuti upacara bendera. Upacara kali ini tidak hanya diikuti oleh warga yang sudah dewasa namun juga anak - anak.


*upacara *

Pemandangan yang berbeda dengan upacara umumnya, inspektur upacara kali ini mengenai capil pak tani, sebagai simbol mata pencaharian mereka. Bapak inspektur memasuki lapangan dan upacara dimulai. Upacara sederhana ini tanpa paduan suara. Saat pengibaran Sang Merah Putih, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama - sama. Upacara sederhana yang sangat khidmat, upacara yang dilakukan dari hati dan sampai juga ke hati seluruh peserta. Banyak warga yang sesenggukan mbrebesmili. Indonesia sudah merdeka dari penjajah 70 tahun yang lalu. Masih banyak angka putus sekolah di desa ini. Warga Bongkoran yang masih harus berjuang mempertahankan tanah tempat lahir mereka dari Aparat Sipil (Lahan yang mereka tinggali sedang mengalami konflik dengan Pihak terkait). Untuk menuju jalan raya harus melewati berkilo - kilo jalan setapak bebatuan dengan kanan - kiri pepohonan, saya menyebutnya Bongkoran semacam desa yang terisolasi. Menelisik lagi tentang makna merdeka, sudah merdeka kah warga Indonesia?

*Warga Bongkoran*

*Merah Putih dan generasi pejuang bangsa*


Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik menyalakan lilin.
Kata ajaib yang menjadi motivasi saya dan teman - teman Literasi untuk bergerak dan mengambil peran nyata untuk Indonesia. Langkah sederhana yang dilakukan dengan hati, inshaa Allah akan sampai ke hati juga hasilnya.

-----

Masih dalam rangka Dirgahayu Indonesia, awal bulan ini kami melakukan pendakian menuju Kawah Ijen. Kami bertemu dengan sekelompok mahasiswa, akhirnya kami meminjam "Indonesia". Sang Merah Putih bukan hanya bendera namun bagi kami itulah bagian penting dari Indonesia. Merah Putih dan Indonesia adalah negeri yang patut diperjuangkan. Secara spontanitas, kami melakukan upacara bendera sederhana dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

*upacara*kawah ijen*
*Merah Putih* Pantai Pulau merah*

-----

Dan persembahan sajak dari Gus Mus

Sajak sajak orang kecil, orang besar

Suatu hari yang tak cerah
Di dalam rumah yang gerah
Seorang anak yang lugu
Sedang diwejang ayah-ibunya yang lugu

Ayahnya berkata:
Anakku,
Kau sudah pernah menjadi anak kecil
Janganlah kau nanti menjadi orang kecil!

“Orang kecil kecil perannya kecil perolehannya,” tambah si ibu
“Ya,” lanjut ayahnya
Orang kecil sangat kecil bagiannya, anak kecil masih mendingan
Rengek Ayah dan Ibu berganti-ganti menasehati:

“Ingat, jangan sampai jadi orang kecil
Orang kecil bila ikhlas diperas
Jika diam ditikam
Jika protes dikentes
Jika usil dibedil,”

“Orang kecil jika hidup dipersoalkan
Jika mati tak dipersoalkannya, didengarkan

Suaranya diperhitungkan
Orang kecil tak boleh memperdengarkan rengekan
Suaranya tak suara,”

Sang Ibu wanti-wanti:
“Betul jangan sekali-kali jadi orang kecil
Orang kecil bila jujur ditipu
Jika menipu dijur
Jika bekerja digangguin
Jika mengganggu dikerjain,”

“Lebih baik jadi orang besar
Bagiannya selalu besar.”
“Orang besar jujur-tak jujur makmur
Benar-tak benar dibenarkan
Lalim-tak lalim dibiarkan.”

“Orang besar boleh bicara semaunya
Orang kecil paling jauh dibicarakannya saja.”

“Orang kecil jujur dibilang tolol
Orang besar tolol dibilang jujur
Orang kecil berani dikata kurangajar
Orang besar kurang ajar dibilang berani.”
“Orang kecil mempertahankan hak disebut pembikin onar
Orang besar merampas hak disebut pendekar.”

Si anak terus diam tak berkata-kata
Namun dalam dirinya bertanya-tanya:
“Anak kecil bisa menjadi besar
Tapi mungkinkah orang kecil
Menjadi orang besar?”

Besok entah sampai kapan
si anak terus mencoret-coret
dinding kalbunya sendiri:
“Orang kecil??? Orang besar!!!”

Dirgahayu Indonesia 70 tahun. Merdeka!!

Kamis, 30 Juli 2015

Ramadhan Berbagi di MI Nurul Karim Bangsring

Education is the most powerful weapon which you can use to change the world. - Nelson Mandela
Jika kalian tanya apakah saya rindu anak - anak? apakah saya rindu sekolah? Dengan lantang akan saya jawab "iyaaaa". Bagi saya bertemu dengan anak - anak itu semacam melepas rindu untuk berbagi dan berbahagia bersama.

Dalam rangka bulan Ramadhan, Rumah Literasi Banyuwangi mendapat tawaran untuk mengisi kegiatan Ramadhan di sekolah MI Nurul Karim selama 2 hari. Dan begitu semangat nya, saya pun meluangkan waktu libur kerja untuk ikut ambil peran di kegiatan tersebut. Saya dan teman - teman Rumah Literasi Banyuwangi pun mempunyai misi yang sama, belajar menjadi generasi yang membawa perubahan, kami turut mengambil peran salah satunya di bidang pendidikan. Memberi kenangan indah dan menghidupkan kembali mimpi - mimpi anak - anak Indonesia.

Hari pertama, kami kedatangan tamu dari wisatawan asing yang ingin berbagi, para bule yang kebetulan mengunjungi Banyuwangi, sang pemandu pun mengajak mereka untuk ikut andil di kegiatan ini. Dalam rangka memberi kenangan indah kepada anak - anak, kami bernyanyi dan bermain bersama. Dengan dipandu oleh kakak - kakak Rumah Literasi Banyuwangi, kami bernyanyi bersama sehingga secara spontan kami menerjemahkan lagu anak - anak ke dalam bahasa Inggris, agar para bule bisa mengikuti nyanyian kami. Di sela - sela menyanyi, kami pun mengadakan permainan edukatif untuk anak - anak. Untuk keseimbangan motorik anak - anak, kami juga membuat kelas origami. Dann... para bule maupun anak - anak ikut antusias membuat origami.
*tertawa bersama kakak bule*
*kelas origami*
Terima kasih kakak - kakak bule yang sudah menyempatkan waktu untuk berbagi dengan anak - anak. :) Selamat melanjutkan kembali wisata jelajah Banyuwangi nya. Nahh, bule aja mau berbagi dengan anak - anak Indonesia. Bagaimana dengan kamu???

Hari semakin sore, selagi menunggu waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan tilawah Al Qur'an. Dengan gaya khas anak - anak, apapun kegiatan nya selalu menjadi hal yang membahagiakan. Nak, semoga kalian kelak juga menjadi anak - anak penghafal Al Qur'an yang bisa mengantarkan kedua orang tua kalian menuju Surga-Nya.

*senyum kaliann :) *
Hari kedua, setelah melakukan rutinitas pagi, kami memulai hari dengan kegiatan senam otak. Tujuan senam otak ini untuk menyeimbangkan penggunaan antara otak kanan dan otak kiri. Dengan diiringi musik dan dipandu oleh kakak - kakak, dimulai senam nyaa. Tubuh sehat, hati riang bahagiaa.

*senam otak*
*tubuh sehat, hati bahagia*
Setelah merenggangkan otot - otot tubuh dengan senam, kegiatan dilanjutkan kembali ke dalam kelas. Pagi ini, kak ayunk mendongengkan tentang kura - kura, kelinci dan harimau. Dalam dongeng tersebut sarat dengan pesan bahwa kita harus bersungguh - sungguh, berkerja sama dan bekerja cerdas dalam mewujudkan mimpi kita.

*kelas mendongeng*
Banyak anak - anak yang belum mengenal berbagai profesi yang bisa mereka wujudkan kelak, dalam kesempatan kali ini, Ibu Erika memberikan tentang pengenalan profesi - profesi yang ada. Umumnya anak - anak jika ditanya, "apa cita - cita mu nak?" Cita - cita tersebut bergelut di profesi yang dekat dengan kehidupan orang tua mereka dan salah satu tugas kami yaitu mengenalkan bahwa ada banyak profesi yang bisa mereka wujudkan. Kami bukan lah kakak - kakak terhebat, dan anak - anak tidak lantas jadi rombongan belajar terpintar di sekolahnya. Nak, menjadi apapun kalian kelak, tetaplah menjadi orang - orang yang beakhlak baik dan peduli, apalah arti pintar jika tak baik pada sesamanya.

Menutup kegiatan pengenalan profesi, anak - anak dan para orang tua diberi kesempatan untuk menuliskan mimpi mereka di Pohon Harapan.
*Pohon Harapan*

*Pohon Harapan*

Salah satu fenomena di kota ini, dengan banyak nya anak - anak lulusan SD yang putus sekolah untuk melanjutkan menikah di usia belia bagi perempuan ataupun anak laki - laki yang harus membantu orang tua di ladang. Doa kami untuk mu nak, semoga setelah lulus dari bangku sekolah, kalian bisa melanjutkan dan kembali ke sekolah untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Kami pun berdoa semoga kalian kelak bisa melanjutkan hingga ke perguruan tinggi dan membawa perubahan untuk kampung halaman kalian kelak. Amin.

Banyuwangi, 11-12 Juli 2015

Sabtu, 20 Juni 2015

Que Sera Sera!


Setelah menonton berulang - ulang kumpulan anak - anak kecil yang sedang bernyanyi lagu Que Sera Sera, saya jadi merenung kembali perjalanan hidup saya. Sebelum cerita lebih jauh, berikut lirik lagu Que Sera Sera yang sarat makna.

When I was just a little girl
I asked my mother
What will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me

Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart
What lies ahead
Will we have rainbows
Day after day
Here's what my sweetheart said

Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be

Now I have Children of my own
They ask their mother
What will I be
Will I be handsome
Will I be rich
I tell them tenderly

Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be
Que Sera, Sera
 Dulu ketika saya kecil pun juga pernah mengajukan pertanyaan ke Ibu saya, kelak saya jadi apa? Saya nanti tumbuh jadi gadis cantik kah? Kelak bisa nggak jadi dosen? Dan mungkin kalian juga mengalami hal sama dengan pertanyaan - pertanyaan tersebut.

Semakin bertambah usia, hingga memasuki masa lulus SMA, di masa itu lah saya mulai menyusun menjadi apakah kelak saya di masa 5 tahun mendatang. Jika kalian tanya tentang mimpi saya di masa itu, akan saya jawab dengan penuh keyakinan, saya akan kuliah di perguruan tinggi negeri di Surabaya hingga lulus S1, kemudian mengajukan beasiswa ke luar negeri (terutama di Eropa {alasannya untuk travelling di negara-negara tetangga nya mudah :P} ) untuk program S2, pulang ke Indonesia dan mengabdi di bidang pendidikan dengan menjadi dosen. Itu mimpi saya, mimpi yang menjadi penyemangat saya berjuang di bangku kuliah. Misi saya untuk menjadi dosen sudah saya tulis sedemikian rupa menjadi banyak mimpi kecil menuju mimpi besar tersebut. Dream note tersebut saya tulis detail dan saya tempel di samping tempat tidur saya di kos. Percaya nggak, kalau dream note tersebut mampu jadi amunisi untuk mengukur seberapa teguh saya untuk mencapai mimpi besar tersebut.

Di tahun ketiga masa kuliah D3, saya dinyatakan lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude. Pencapaian itu tak lepas dari usaha dan doa yang selalu rapalkan setelah sholat. Menjelang wisuda saya mendapatkan tawaran untuk melanjutkan jenjang S1 ke perguruan tinggi negeri di Surabaya dengan beasiswa penuh selama kuliah. Proposal yang sama untuk mimpi tersebut saya ajukan kembali ke bapak ibu saya, tak lupa juga di setiap sepertiga malam saya rapalkan juga kepada Sang Pemilik Hidup Allah SWT. Setelah diskusi panjang, Ibu berat hati untuk merestui proposal saya tersebut.

Pada kondisi ini serasa Allah sedang memberikan saya pembelajaran, "Hei ika..kamu masih hidup di Planet bernama realitas, untuk saat ini mimpi mu AKU ditunda dulu yaa. Kamu juga perlu menginjak bumi sejenak, tapi percaya lah AKU sudah menyiapkan rencana yang terbaik untukmu"

Dengan berbagai pertimbangan, saya melepas beasiswa tersebut. Allah Maha Keren, selang beberapa hari setelah saya mengambil keputusan tersebut, saya dinyatakan diterima menjadi karyawan baru salah satu perusahaan di Jawa Timur, setelah saya sampaikan ke Bapak Ibu, beliau merestui langkah saya untuk bekerja di perusahaan tersebut. Yaps, Sampai sekarang saya masih bertahan berjuang dengan misi baru di Perusahaan tersebut. Misi yang saya tulis di blog ini, bisa dibaca disini. Dan alhamdulillah hampir semua mimpi tersebut rampung di tahun ini. Di kota ini, saya juga berkesempatan untuk mengabdikan waktu luang saya untuk berbagi ilmu dengan anak - anak rumah baca di Banyuwangi melalui Rumah Literasi Banyuwangi. Que Sera Sera, Whatever will be, will be.

Kita semua punya mimpi yang sedang diperjuangkan, punya passion yang ingin diwujudkan. Masa depan bagaikan misteri. Kita semua masih belum mengetahui dikenang sebagai apakah kita dimasa depan. Tugas kita berjuang semaksimal mungkin, berdoa kepada Sang Pencipta untuk diberikan petunjuk Jalan Terbaik yang dipilihkan Nya untuk kita. Que Sera Sera, Whatever will be, will, Apapun yang terjadi, terjadilah.

Kawan, kalian pasti juga punya mimpi. Selamat berjuang Para Pejuang. Kita adalah pemenang kehidupan kita sendiri. Semangatt!!!