Kamis, 22 Agustus 2013

Macetnya Djakarte


Allah berbaik hati LAGI sama saya, kali ini saya diberi kesempatan untuk berpetualang, berlibur dan berjelajah di kantor pusat Jakarta. Seminggu ini saya berkesempatan merasakan menjadi warga jakarta. Kali ini saya sedikit mencurcol yaa (padahal pos2 sebelumnya juga curcolan.. hehe). Selama seminggu ini saya tinggal di kosan bulek saya di daerah kalibata. Sedangkan kantor saya yang berada di daerah Mega Kuningan, sehingga harus oper 2 kali angkutan menuju kantor.
Pagi - pagi berangkat ke kantor naik kopaja 62 dan perlu diingat karena pasar minggu ini kawasan macet, jadinya kalau nggak mau kena macet parah, berangkatnya kalau bisa sebelum jam 7 pagi. Sepanjang perjalanan yang dilalui kopaja ini padat merayap dan yang saya herankan kenapa orang - orang disini betah dengan kemacetan jakarta. Bisa jadi karena sudah terbiasa kalii. Setelah sampai di kolong jembatan layang MT Hariono, saya oper ke angkot 44. Dan kondisi penumpang angkot 44 nggak beda jauh dengan angkot di desa. Bagi yang nggak kebagian tempat duduk, ya terpaksa nggandol.
Ada pengalaman seru di hari pertama saya naik kopaja. Di dalam kopaja padahal penumpangnya penuh, dan dengan seenak udelnya si supir dan kenek nya ngoper kita para penumpang ke kopaja di belakangnya. Dan yang lebih miris lagi ini kopaja yang dioper ke kita nggak dikasih ongkos sama kenek kopaja sebelumnya. Kasihan kan ibuk keneknyaa. :(
Untuk tarif angkutan di jakarta lumayan murah lho, jarak jauh - dekat Rp. 3000. Padatnya lalu lintas jakarta efeknya polusi dimana - mana, siapkan masker yaa kalau mau berkendara menggunakan public transportasi. Kemacetan membuat jarak tempuh lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar